<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717</id><updated>2010-03-08T11:30:21.330+08:00</updated><title type='text'>A Learning Page</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/-/Kajian'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/search/label/Kajian'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-7032000498256430723</id><published>2009-10-20T20:15:00.005+08:00</published><updated>2009-10-20T20:28:29.051+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Meneladani Para Sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/St2stHgjRnI/AAAAAAAAAJU/lqc-sqETyQ8/s1600-h/redrose2.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/St2stHgjRnI/AAAAAAAAAJU/lqc-sqETyQ8/s200/redrose2.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394657819769390706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judul : Jadilah Seperti Mereka&lt;br /&gt;Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;br /&gt;Sumber: anonymous&lt;br /&gt;Durasi: 1:30:33&lt;br /&gt;File: (total) 15.54 MB @ 16 kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat  radhiallahu anhum adalah manusia-manusia pilihan, yang Allah pilih diantara manusia untuk menemani Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia yang patut dijadikan suri tauladan setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya” (HR Bukhari Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan  para sahabat begitu besar, mereka  memperoleh pahala yang terbesar karena telah menemani Rasulullah, berjihad bersama beliau, dan perbuatan mulia mereka dalam menyebarkan Islam. Mereka lah yang menyampaikan agama ini kepada generasi sesudahnya, hingga sampai kepada kita di zaman sekarang ini.&lt;br /&gt;Kajian ini merupakan bagian pertama dari rangkain kajian ‘Jadilah Seperti Mereka”, yang merupakan penjabaran aqidah yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim terhadap para  sahabat radhiallahu anhum. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ath-Thahawi:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kami mencintai para Sahabat Rasulullah. Akan tetapi kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kami kepada siapapun di antara mereka, tidak juga kami berlepas diri dari siapapun di antara mereka. Dan kami membenci siapa yang membenci mereka atau orang-orang yang berkata buruk tentang mereka. Dan kami tidak menyebutkan tentang mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka adalah agama, iman dan ihsan, dan membenci mereka adalah kufur, nifaq, dan melampaui batas.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini berisi pelajaran berharga bagaimana seharusnya kita menunjukkan sikap kepada para sahabat, meneladani mereka, menjadikan mereka sebagai panutan, bagaimana semangat mereka dalam berlomba-lomba pada ketaatan dan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Silahkan dengarkan kajian berikut ini, dan baca juga eBook yang membahas &lt;a href="http://ia311030.us.archive.org/2/items/AqidahAhlusSunnahWal-jamaahTentangSahabat/AqidahAhlusSunnahWalJamaahTentangiSahabat.pdf" target="_blank;"&gt;aqidah ahlus sunnah wal jama’ah tentang sahabat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/audio_1669/001_070304A.jadilahSepertiMereka45.23192.mp3"&gt;Jadilah Seperti Mereka 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/audio_526/002_070304B.jadilahSepertiMereka45.10192.mp3"&gt;Jadilah Seperti Mereka 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-7032000498256430723?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/audio_1669/001_070304A.jadilahSepertiMereka45.23192.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/audio_526/002_070304B.jadilahSepertiMereka45.10192.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/7032000498256430723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/10/meneladani-para-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/7032000498256430723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/7032000498256430723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/10/meneladani-para-sahabat.html' title='Meneladani Para Sahabat'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/St2stHgjRnI/AAAAAAAAAJU/lqc-sqETyQ8/s72-c/redrose2.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4723338738944883631</id><published>2009-09-04T08:58:00.006+08:00</published><updated>2009-09-04T09:56:08.279+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Baca  Tempatmu Kelak di  Akhirat Sebelum Engkau Meledakkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca Dulu Tempatmu di Akhirat Ssebelum Engkau Meledakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemateri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber: arribaath.com (Rekaman Kajian Juli, 2009)&lt;br /&gt;Durasi: 0!) 431:50, 753 MB, dan 02) 43:199, 7.44 MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik! Sebuah kata yang pantas untuk judul buku yang menjadi pembahasan dalam kajian ini. Sudah semestinya, para pelaku aksi-aksi teror di negeri ini dan di belahan dunia lainnya, yang mengatasnakan Islam dan jihad, untuk menimba ilmu terlebih dahulu bagaimana jihad yang sesungguhnya di dalam Islam, sebelum melancarkan aksi-aksi yang memakan korban tidak sedikit dan bahkan menciderai citra Islam dan menimbulkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana aksi teror yang baru saja terjadi di negeri ini oleh orang-orang yang meyakininya sebagai jihad, dan pelaku bom bunuh diri yang meyakini dirinya akan mati syahid dan masuk surga! Padahal Islam berlepas diri dari aksi-aksi kekerasan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagaiann kaum Muslimin yang tidak paham lalu beranganggapan bahwa penampilan atau sikap mereka dalam beberapa hal sebagai ciri-ciri khusus yang dinisbatkan kepada para pelaku teror atau orang-orang yang berada dalam jaringan mereka. Sebagai akibatnya, orang-orang yang bersungguh-sungguh berusaha untuk menghiudpkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melalui adab dan cara berpakaian, seperti janggut atau dengan wanita-wanita yang berjubah panjang atau cadar, dan lain-lain yang kebetulan juga terdapat pada para pelaku teror, dipandang dengan mata penuh curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca tempatmu di akhirat kelak sebelum engkau ledakkan! Bagaimana bisa dikatakan syahid dan masuk surga, sedangkan Allah telah mengharamkan darah seorang Muslim ditumpahkan? Padahal dalam aksi-aksi teror tersebut, mereka tidak mengecualikan korban dari kaum Muslimin! Bagaimana bisa dikatakan sebagai jihad dan pelaku teror dikatakan syahid dan masuk surga, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad (yakni orang kafir yang mengikat perjanjian keamanan dengan seorang Muslim atau kaum Muslimin –red) maka dia tidak akan bisa mencium bau surga dan sesungguhnya baunya itu bisa tercium dari jarak perjalanan 40 tahun” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kaum Muslimin untuk menakut-nakuti muslim lainnya meskipun hanya sekedar bercanda, apalagi jika benar-benar menyebarkan teror yang membahayakan jiwa dan harta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini membahas beberapa hadits yang berkenaan dengan hal tersebut secara gamblang disertai fatwa-fatwa Ulama Besar di Arab Saudi mengenai aksi teror di berbagai belahan dunia, yang tidak menyisakan keraguan bagi pendengarnya, bahwa Islam berlepas diri dari aksi-aksi teror yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Sungguh, bacalah dulu tempatmu di akhriat kelak, sebelum engkau meledakkan...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/BacaTempatmuKelak01/AbuZubeirAl-hawaary-BacaTempatmuSebelumEngkauMeledakkan01.mp3"&gt;Baca Tempatmu Kelak di Akhirat 01&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/BacaTempatmuKelak02/AbuZubeirAl-hawaary-BacaTempatmuSebelumEngkauMeledakkan02.mp3"&gt;Baca Tempatmu Kelak di Akhirat 02&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4723338738944883631?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/4723338738944883631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/09/baca-tempatmu-kelak-di-akhirat-sebelum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/4723338738944883631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/4723338738944883631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/09/baca-tempatmu-kelak-di-akhirat-sebelum.html' title='Baca  Tempatmu Kelak di  Akhirat Sebelum Engkau Meledakkan'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-9034646475566791853</id><published>2009-08-27T11:07:00.004+08:00</published><updated>2009-08-27T11:38:26.016+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Sifat Wudhu dan Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sifat Wudhu dan Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemateri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Audio Assunnah (assunnah.mine/audio.assunna.web.id)&lt;br /&gt;Total Durasi: 6:17:00&lt;br /&gt;Total size: 86,1 MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kewajiban setiap muslim untuk mengetahui cara ibadah yang benar, jika dia menginginkan, dan pasti menginginkan, ibadahnya tersebut diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan syarat diterimanya ibadah tersebut ada 2, yakni ikhlas dikerjakan semata-mata karena Allah, dan mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang dengannya merupakan pembeda seorang muslim dengan orang kafir sebagaimana yang secara shahih diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Oleh karena itu, menjadi wajib pula bagi setiap muslim untuk memcari ilmu, bagaimana melakukan shalat yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian berikut ini diambil dari Daurah Kobe I (3A - 3D) yang berisi penjelasan mengenai sifat-sifat wudhu dan shalat yang benar, sesui dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Pada bagian akhir juga dibahas bacaan atau dzikir-dzikir setelah shalat yang shahih dan kesalahan-kesalahan dalam shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3A.mp3"&gt;Bagian I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3B.mp3"&gt;Bagian II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3C.mp3"&gt;Bagian II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3D.mp3"&gt;Bagian IV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-9034646475566791853?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/9034646475566791853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/08/sifat-wudhu-dan-shalat-nabi-shallallahu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/9034646475566791853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/9034646475566791853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/08/sifat-wudhu-dan-shalat-nabi-shallallahu.html' title='Sifat Wudhu dan Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4517531056083950911</id><published>2009-08-06T12:45:00.000+08:00</published><updated>2009-08-07T11:10:20.417+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Menangis Karena Takut kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: Menangis Karena Takut Kepada Allah &lt;br /&gt;Pemateri: Ustadz Abu Zubair, Lc.&lt;br /&gt;Sumber: Audio.Asuunnah.web.id.&lt;br /&gt;Durasi: 2:56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis adalah fitrah manusia. Tidak seorang pun kebal terhadap tangisan. Menangis bias disebabkan oleh apa saja, kebahagiaan atau kesedihan, haru ataupun sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sebab yang membuat seseorang dapat menangs. Namun seberapa banyak tangisan itu bisa menyelamatkan seseorang di hari dimana harta dan anak-anak tidak dapat menolong seseorang, kecuali yang datang dengan hati yang jernih?&lt;br /&gt;Kita mungkin terlalu mudah untuk menumpahkan air mata. Ketika menonton adegan drama, membaca kisah-kisah fiktif yang mengundang haru, ketika ditimpa musibah, kehilangan orang yang kita cintai, dan sebagainya. Tapi mungkin sangat sedikit diantara kita yang menghisab dirinya sendiri lalu menangisi kesalahan-kesalahannya. Lebih sedikit lagi diantara kita yang menangis ketika dibacakan ayat-ayat ancaman, dimana keberadaan kita kelak di hari kiamat. Padahal tangisan yang seperti itu, dapat menyelamatkan seseorang dari api neraka, sebgaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga susu itu dapat kembali ke tempat asalnya.” (diriwayatkan dari Abu Hurairah rahdiallahu anhu, oleh At-Tirmidzin (hasan shahih), an-Nasa’i dan al-Hakim (shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluangkan waktu mendengarkan kajian berikut ini semoga bisa menyentuh hati kita. Bahwa sesungguhnya dosa dan kesalahan kita lah yang lebih patut untuk ditangisi daripada kehilangan perkara dunia. Bahwa takut akan murka Allah lah yang sepatutnya membuat kita memangis, bukannya air mata karena kisah-kisah fiktif yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan download dan dengarkan:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/MenangisKarenaTakutKepadaAllah/005_a.menangisKrnTkutKpdAllah44.04.mp3%E2%80%9D"&gt;Menangis Karena Takut kepada Allah 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/MenangisKarenaTakutKepadaAllah/006_b.menangisKrnTkutKpdAllah4229.mp3%E2%80%9D"&gt;Menangis Karena Takut kepada Allah 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/MenangisKarenaTakutKepadaAllah/007_c.menangisKrnTkutKpdAllah30.56.mp3%E2%80%9D"&gt;Menangis Karena Takut kepada Allah 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="Dhttp://www.archive.org/download/MenangisKarenaTakutKepadaAllah/008_d.menangisKrnTkutKpdAllah13.14.mp3%E2%80%9D"&gt;Menangis Karena Takut kepada Allah 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4517531056083950911?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/4517531056083950911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/08/judul-menangis-karena-takut-kepada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/4517531056083950911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/4517531056083950911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/08/judul-menangis-karena-takut-kepada.html' title='Menangis Karena Takut kepada Allah'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-6651663010410078750</id><published>2009-05-03T10:36:00.003+08:00</published><updated>2009-05-03T10:51:51.279+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Judul : Mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber: Yayasan al-Bayan Pekanbaru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File:  13 MB mp3 @ 24 kbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 72:22&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.&lt;/span&gt;” (QS At-Taubah [9] : 128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat begitu banyak hadits yang meriwayatkan bagaiman kecintaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada ummatnya, begitu kasihnya sehingga rela menahan penderitaan, menanggung beban yang demikian berat demi keselamatan ummatnya, mengelurkan mereka dari kesesatan kepada hidayah, dan mencemeaskan keadaan ummatnya di kemudian hari. Lalu sudahkah kita membalas cinta beliau صلى الله عليه وسلم dengan cara yang semestinya? Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..&lt;/span&gt;” (QS Al-Imran [3] : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kisah shahih bukti kecintaan para sahabat radhiallahu anhum. Kerelaan mereka mengorbankan keluarga, harta bahkan jiwanya demi Rasulullah صلى الله عليه وسلم, berlomba-lomba melaksanakan perintah-perintahnya, menjalankan ketaatan, menjauhi larangan dan perpegang teguh pada sunnah-sunnah beliau صلى الله عليه وسلم.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kita, generasi yang datang kemudian? Bagaimana kita membuktikan cinta kita kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, sehingga bisa meraih kebersamaan dengan beliau صلى الله عليه وسلم, sebagaimana dalam sebuah  hadits; “&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sungguh engkau bersama orang-orang yang engkau cintai&lt;/span&gt;” (HR Bukhari –Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini menjelaskan kepada kita, bagaimana hakikat cinta kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang sesungguhnya, sebuah cinta yang akan mendatangkan keridhaan Allah subahanahu wata’ala, cinta yang tidak hanya berhenti pada ucapan, cinta, yang dapat memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang Mukmin, yang akan ditemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم di telaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan simak atau download kajiannya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/aqidah/Mencintai_Rasulullah.mp3"&gt;Mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:490c6603-bc6a-4022-bd42-1aad0b124754" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;Technorati Tags:&lt;a href="http://technorati.com/tags/cinta rasul" rel="tag"&gt;cinta rasul&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kajian" rel="tag"&gt;kajian&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/ust.abu zubair" rel="tag"&gt;ust.abu zubair&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://technorati.com/tags/kisah teladan" rel="tag"&gt;kisah teladan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-6651663010410078750?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/aqidah/Mencintai_Rasulullah.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/6651663010410078750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/05/mencintai-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/6651663010410078750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/6651663010410078750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/05/mencintai-rasulullah.html' title='Mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-487431324175516239</id><published>2009-04-01T09:29:00.005+08:00</published><updated>2009-04-01T09:48:42.687+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Tanda-tanda Hari Kiamat Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda-tanda Hari Kiamat Kecil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemateri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ust. Armen Halim Naro rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber: Yayasan al-Bayan Pekanbaru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File: 6.7 mb dan 8.5 mb MP3 @ 24 kbps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 38:13 dan 48:39&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini merupakan lanjutan kajian yang diadakan di Pakanbaru, pembahasan buku Ensiklopedi Hari Kiamat Menurut Sunnah yang Shahih karya Dr. Yusuf Abdullah bin Yusuf al-Wabil. Pada kajian ini pembahasan tujuh tanda-tanda hari kiamat kecil sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 15) : Merebaknya perzinaan (merusak kesucian dan kehormatan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 16) : Merajalelanya riba (merusak harta);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 17) : Merajelalanya alat-alat musik dan sebagian kaum menghalalkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 18) : Banyaknya peminum khamr dan menghalalkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 19) : Berlomba-lomba menghiasai masjid dan berbangga-bangga dengannya (tetapi tidak meramaikannhya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 20) : Berlomba-lomba meninggikan bangunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Poin ke 21) : Budak wanita melahirkan tuannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Simak dan download kajian berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/aqidah/Tanda_Tanda_Hari_Kiamat_Kecil_A.mp3"&gt;Tanda-tanda Hari Kiamat Kecil A&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/aqidah/Tanda_Tanda_Hari_Kiamat_Kecil_B.mp3"&gt;Tanda-tanda Hari Kiamat Kecil B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:490c6603-bc6a-4022-bd42-1aad0b124754" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;Technorati Tags:&lt;a href="http://technorati.com/tags/kajian" rel="tag"&gt;kajian&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/ust.armen" rel="tag"&gt;ust. armen&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kiamat" rel="tag"&gt;hari kiamat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-487431324175516239?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/aqidah/Tanda_Tanda_Hari_Kiamat_Kecil_A.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/aqidah/Tanda_Tanda_Hari_Kiamat_Kecil_B.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/487431324175516239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/04/tanda-tanda-hari-kiamat-kecil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/487431324175516239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/487431324175516239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/04/tanda-tanda-hari-kiamat-kecil.html' title='Tanda-tanda Hari Kiamat Kecil'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-8933633876063421844</id><published>2009-03-10T10:47:00.011+08:00</published><updated>2009-03-11T10:37:02.984+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Kedudukan dan Hakekat Istiqamah</title><content type='html'>&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedudukan dan Hakekat Istiqamah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemateri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abu Qatadah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber: Assunnah Mine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File: 1) 15 MB; 2) 8 MB; 3) 4.5 MB&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 2:35:46&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transkrip: N/A&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kata istiqamah mungkin sudah sering kita dengar diucapkan. Namun seringkali yang terjadi adalah istiqamah hanya di kenal di lisan, dan tidak dikenal dalam amalan. Dan kita tidak mengetahui hakekat istiqamah yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan dalam kajian ini terdiri dari lima poin:&lt;br /&gt;1. Makna / arti istiqamah&lt;br /&gt;2. Keutamaan istiqamah&lt;br /&gt;3. Perkara-perkara yang membantu seseorang kepada Istiqamah&lt;br /&gt;4. Hal-hal yang menghalangi seseorang untuk istiqamah&lt;br /&gt;5. Dengan apa kita beristiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, hakekat istiqamah adalah tegak dan lurus di atas agama Islam, yang mencakup istiqamah terhadap tauhid, terhadap Al-Qur'an dan Sunnah, terhadap ketaatan, terhadap dakwah, terhadap sabar, dan terhadap taubat dan istigfar.  Setiap bagian ini dijelaskan dalam kajian pada file 1 &amp;amp; 2, dan dilanjutkan dengan tanya jawab pada file ke 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/kedudukan_&amp;amp;_hakekat_istiqamah_1.mp3"&gt;Kedudukan dan Hakekat Isitqamah 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/kedudukan_&amp;amp;_hakekat_istiqamah_2.mp3"&gt;Kedudukan dan Hakekat Isitqamah 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/kedudukan_&amp;amp;_hakekat_istiqamah_3.mp3"&gt;Kedudukan dan Hakekat Isitqamah 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:490c6603-bc6a-4022-bd42-1aad0b124754" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline; text-align: justify;"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/istiqamahj" rel="tag"&gt;istiqamah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/tazkiyatun%20nafs" rel="tag"&gt;tazkiyatun nafs&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kajian" rel="tag"&gt;kajian&lt;/a&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-8933633876063421844?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/kedudukan_&amp;_hakekat_istiqamah_1.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/kedudukan_&amp;_hakekat_istiqamah_2.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/kedudukan_&amp;_hakekat_istiqamah_3.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/8933633876063421844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/03/kedudukan-dan-hakekat-is.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/8933633876063421844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/8933633876063421844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/03/kedudukan-dan-hakekat-is.html' title='Kedudukan dan Hakekat Istiqamah'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-1787530803850557233</id><published>2009-02-22T11:36:00.005+08:00</published><updated>2009-03-03T10:06:31.262+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Kesempurnaan Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Judul Kajian: Kesempurnaan Islam&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pemateri: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;strong&gt;File: 49.36 MB (dalam 3 file MP3&lt;/strong&gt; ) &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Total Durasi:  3:30:33&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Transkrip: &lt;a href="http://files.khayla.net/transkrip_kajian/Kesempurnaan_Islam.pdf"&gt;Download Transkrip (32 hal, pdf)&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pembahasan kesempurnaan Islam tentu tidak akan lengkap jika tidak membahas aspek-aspek yang mengurangi kesempurnaannya, yaitu bid’ah. Dalam kajian ini, al-Ustadz memberikan pembahasan dengan dalil yang begitu jelas hingga tidak menyisakan keraguan, bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Bahwa Islam itu telah sempurna, dan apa saja yang datang setelah kesempurnaan Islam itu, baik penambahan atau pengurangan akan merusak kesempurnaan Islam itu sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada bagian pertama, dijelaskan mengenai kesempurnaan Islam beserta dalil-dalil yang jelas mengenai kesempurnaan Islam, yang membatalkan seluruh amalan yang diada-adakan, meskipun dengan niat baik, setelah turunnya ayat tentang kesempurnaan Islam dalam surat Al-Ma’idah ayat 3.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagian kedua kajian ini membahas mengenai pengantar Ilmu Ushul Bida’ secara ringkas. Dalam kajian ini, dijelaskan beberapa aspek terkait dengan bid’ah, defenisi dan batasan-batasannya, sebab-sebab timbulnya bid’ah, dan lain-lain, dan beberapa aspek lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;File ketiga kajian ini merupakan bagian dari file kedua yang terpotong, (pembahasan no. VIII pada transkrip). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jazakallah khair kepada seorang teman yang telah memberikan kajian ini pertengahan/akhir tahun 2005 yang lalu. Semoga Allah merahmatimu dimanapun kamu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/manhaj/kesempurnaan_Islam_1.mp3"&gt;Kesempurnaan Islam 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/manhaj/kesempurnaan_Islam_2.mp3"&gt;Kesempurnaan Islam 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/manhaj/kesempurnaan_Islam_3.mp3"&gt;Kesempurnaan Islam 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="wlWriterSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:490c6603-bc6a-4022-bd42-1aad0b124754" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/manhaj" rel="tag"&gt;manhaj&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/trasnksrip" rel="tag"&gt;trasnksrip&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/bid%27ah" rel="tag"&gt;bid'ah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kajian" rel="tag"&gt;kajian&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kesempurnaan%20Islam" rel="tag"&gt;kesempurnaan Islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-1787530803850557233?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/manhaj/kesempurnaan_Islam_1.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/manhaj/kesempurnaan_Islam_2.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/manhaj/kesempurnaan_Islam_3.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='application/pdf' href='http://files.khayla.net/transkrip_kajian/Kesempurnaan_Islam.pdf' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/1787530803850557233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/kesempurnaan-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/1787530803850557233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/1787530803850557233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/kesempurnaan-islam.html' title='Kesempurnaan Islam'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-5055088074648518837</id><published>2009-02-18T11:28:00.008+08:00</published><updated>2010-02-27T14:23:01.171+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Wanita Pemegang Bara Api</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wanita Pemegang Bara Api&amp;lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber: N/A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File: 18 MB  @ 24 kbps mp3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 1:45:02&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman sekarang ini, banyak wanita, kaum Muslimah, yang kehilangan suri tauladan. Betapa banyak diantara kita yang menjadikan orang-orang fasik sebagai contoh dalam kehidupan, atau paling tidak yang paling sering kita baca dan dengar kisahnya, menyebut mereka sebagai bintang. Padahal dari kisah-kisah Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, ada banyak tokoh wanita yang patut dijadikan suri tauladan. Merekalah bintang yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana posisi kita dibandingkan dengan Masyitha, wanita tukang sisir puteri Fir’aun, yang tetap teguh menyaksikan anak-anaknya satu persatu dimasak ke dalam minyak panas untuk membuat dirinya berpaling dari tauhid kepada Allah, hingga akhirnya dia dan bayinya beserta seluruh anaknya mati dalam siksaan Fir’aun itu? Pada saat ini, kita hanya sekedar mendengarkan cemoohan orang-orang bodoh dan benci terhadap ajaran Islam, yang mengatakan bahwa mengenakan Jilbab adalah tanda keterbelakangan, kita menjadi malu dan rela menaggalkan hijab dan membuka aurat, padahal kita juga menginginkan surga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana posisi kita dibandingkan dengan Asiah, sang Ratu isteri Fir’aun, yang rela meninggalkan kedudukannya sebagai wanita utama di dunia, di kerjaan seseorang yang paling berkuasa saat itu, dengan tabah menjalani siksaan yang begitu pedih untuk memeprtahankan aqidahnya, hanya berharap kepada Allah untuk menjadikannya pemilik rumah di Surga. Sedangkan kita pada saat ini, hanya sekedar menampakkan agama dan menjalankan sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam pun kita malu, dan bahkan mencemooh orang-orang yang teguh di atas sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam. Padahal kita juga mengharapkan Surga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, seseorang yang hendak menegakkan agamanya pada hari ini terasa sangat berat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"&gt;يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini mengajak kita untuk mengenal  dan meneladani mereka, wanita penggenggam bara api. Wanita-wanita yang teguh di atas agamanya, meski harus mengorbankan dirinya. Para wanita yang diabadikan dalam sejarah Islam akan ketinggian kedudukannya di sisi Allah, karena keteguhan mereka diatas akidah dan keimanan terhadap Allah Tabaraka wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/audio_742/WanitaPemegangBaraApi.mp3"&gt;Wanita Pemegang Bara Api&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:490c6603-bc6a-4022-bd42-1aad0b124754" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/wanita" rel="tag"&gt;wanita&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kajian" rel="tag"&gt;kajian&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/kisah" rel="tag"&gt;kisah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://www.blogger.com/httpL//technocrati.com/tag/teladan" rel="tag"&gt;teladan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-5055088074648518837?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/audio_742/WanitaPemegangBaraApi.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/5055088074648518837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/wanita-penggenggam-bara-api.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/5055088074648518837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/5055088074648518837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/wanita-penggenggam-bara-api.html' title='Wanita Pemegang Bara Api'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4491023537293453264</id><published>2009-02-16T15:19:00.013+08:00</published><updated>2009-03-03T10:05:44.880+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Dimana Tempat Tinggalmu Nanti...?</title><content type='html'>&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Judul: Dimana Tempat Tinggalmu Nanti?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber: Rekaman Kajian Salatiga (anonious)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File: 23.5 MB MP3&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 2:10:53&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transkrip: N/A&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terpikir oleh kita, dimana tempat tinggal kita esok hari? Cepat atau lambat saat itu akan datang pada setiap kita. Setiap kita akan meninggalkan rumah kita yang lapang dan terang benderang, ke liang lahat yang gelap gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian seseorang tidak menempati rumah kecuali yang dahulu dia bangun sebelum dia mati. Jika dahulu dia hidup dia membagun rumah dengan baik dengan keimanan, amal shalih, berpegang teguh kepada agama Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka baik pula lah rumahnya kelak setelah dia mati. Sebaliknya jika dia membangunnya dengan amal keburukan, maksiat, melalaikan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka penyesalan dan kerugianlah yang akan dia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْماً لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئاً إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS Luqman [31] : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini mengajak kita untuk membuka hati sebelum membuka mata dan telinga. Mengajak kita untuk melembutkan hati hingga mudah menerima kebenaran dan istiqamah di atasnya, dan bersiap-siap untuk menempati timpat tinggal kita kelak, cepat atau lambat, sesuatu yang pasti terjadi,  kehidupan setelah mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/Dimana_Tempat_Tinggalmu_nanti.mp3"&gt;Dimana Tempat Tinggalmu Nanti?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4491023537293453264?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://files.khayla.net/tazkiyatun_nafs/Dimana_Tempat_Tinggalmu_nanti.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/4491023537293453264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/dimana-tempat-tinggalmu-nanti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/4491023537293453264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/4491023537293453264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/dimana-tempat-tinggalmu-nanti.html' title='Dimana Tempat Tinggalmu Nanti...?'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-1176258190954517765</id><published>2009-02-11T18:13:00.008+08:00</published><updated>2009-03-03T10:05:26.947+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Manhaj Para Nabi dalam Tazkiyatin Nafs</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Judul: Manhaj Para Nabi dalam Tazkiyatun Nafs&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemateri: Ustadz Mubarak Bamualim, Lc.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber: Assunnah Mine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Link: N/A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File: 55 MB mp3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 3:45:50&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transkrip: &lt;a href="http://files.khayla.net/transkrip_kajian/Manhaj_Para_Nabi_dalam_Tazkiyatun_Nafs.pdf"&gt;Download Transcript&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini merupakan pembahasan beberapa bab dalam kitab Manhajul Anbiya fi Tazkiyatin Nafs karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kajian ini, sebagaimana yang dikemukakan di dalam kitab aslinya, menegaskan bahwa tidak ada cara-cara atau tarikat tertentu dalam tazkiyatun nufus, kecuali bahwa tazkiyatun nufus akan tercapai dengan meraih ketaqwaan melalui pelaksanaan ajaran agama Islam secara keseluruhan dengan dasar ikhlas dan ittiba’ kepada sunnah. Bahwa seluruh amal ibadah akan mensucikan jiwa seseorang dan sebaliknya kemaksiatan akan mengotorinya. Dan bahwa ajaran agama ini secara keseluruhannya membersihkan diri seseorang dari kesyirikan kepada tauhid, dari kemunafikan kepada keikhlasan, dari kekufuran kepada iman, dari bid’ah kepada sunnah. Berbarengan dengan itu, penulis juga membongkar kesesatan tarekat-tarekat yang mengaku melakukan tazkiyatun nafs namun justru menempuh cara-cara yang bertentangan dengan syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/Audio_198/1-Manhaj_Salaf_dlm_Tazkiyatun_Nafs-Ust.Mubarak-A.mp3"&gt;Manhaj Para Nabi dalam Tazkiyatin Nafs A&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/TazkiyatunNafs/1-Manhaj_Salaf_dlm_Tazkiyatun_Nafs-Ust.Mubarak-B.mp3"&gt;Manhaj Para Nabi dalam Tazkiyatin Nafs B&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/TazkiyatunNafs/1-Manhaj_Salaf_dlm_Tazkiyatun_Nafs-Ust.Mubarak-C.mp3"&gt;Manhaj Para Nabi dalam Tazkiyatin Nafs C&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:29064f71-7778-44bf-99d4-62bc8dcbf9a2" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/tazkiyah%20an-nafs" rel="tag"&gt;tazkiyah an-nafs&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/manajemen%20qalbu" rel="tag"&gt;manajemen qalbu&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/taqwa" rel="tag"&gt;taqwa&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/akhlak" rel="tag"&gt;akhlak&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-1176258190954517765?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='application/pdf' href='http://files.khayla.net/transkrip_kajian/Manhaj_Para_Nabi_dalam_Tazkiyatun_Nafs.pdf' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/Audio_198/1-Manhaj_Salaf_dlm_Tazkiyatun_Nafs-Ust.Mubarak-A.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/TazkiyatunNafs/1-Manhaj_Salaf_dlm_Tazkiyatun_Nafs-Ust.Mubarak-B.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/TazkiyatunNafs/1-Manhaj_Salaf_dlm_Tazkiyatun_Nafs-Ust.Mubarak-C.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/1176258190954517765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/manhaj-para-nabi-dalam-tazkiyatin-nufs.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/1176258190954517765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/1176258190954517765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/manhaj-para-nabi-dalam-tazkiyatin-nufs.html' title='Manhaj Para Nabi dalam Tazkiyatin Nafs'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-7030475588229451872</id><published>2009-02-06T09:22:00.011+08:00</published><updated>2009-03-03T10:05:05.197+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Kisah Cinta yang Paling Indah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Cinta yang Paling Indah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemateri: Ustadz Zubair al-Hawary, Lc.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File: 1. 11 MB dan 2. 5.8 MB&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Durasi: 1:34:11&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kisah cinta fiktif imaginasi manusia yang meraup begitu banyak perhatian sebagaian besar orang. Tidak perduli jika di dalamnya terkandung hal-hal yang condong kepada maksiat, bahkan sampai pada titik sang tokoh fiktif menjadi legenda yang diidolakan. Ada beberapa kisah cinta nyata diantara dua anak cucu Adam yang begitu dieluk-elukkan, meski dalam perjalanannya melanggar norma-norma syariat. Sayangnya, hanya sebagian kecil orang yang mau mengambil pelajaran dari sebuah kisah nyata yang dari sebaik-baik manusia di muka bumi, Rasulullah shallallahu alía wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta yang terdapat dalam kajian ini sungguh jauh berbeda. Anda tidak diajak memasuki dunia hayalan sebagaimana novel roman picisan yang begitu diminati. Di dalamnya anda akan menemui kisah yang penuh dengan keteladanan, bagaimana cinta yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/BaitiJannati/Abz.a.kisahCintaPalingIndah01.mp3"&gt;Kisah Cinta yang Pling Indah 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/BaitiJannati/Abz.b.kisahCintaPalingIndah02.mp3"&gt;Kisah Cinta yang Paling Indah 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:490c6603-bc6a-4022-bd42-1aad0b124754" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/kisah" rel="tag"&gt;kisah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/teladan" rel="tag"&gt;teladan&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/pasutri" rel="tag"&gt;pasutri&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/rumah%20tangga" rel="tag"&gt;rumah tangga&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-7030475588229451872?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/BaitiJannati/Abz.a.kisahCintaPalingIndah01.mp3' length='0'/><link rel='enclosure' type='audio/mpeg' href='http://www.archive.org/download/BaitiJannati/Abz.b.kisahCintaPalingIndah02.mp3' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.khayla.net/feeds/7030475588229451872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/judul-kisah-cinta-yang-paling-indah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/7030475588229451872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7030717/posts/default/7030475588229451872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.khayla.net/2009/02/judul-kisah-cinta-yang-paling-indah.html' title='Kisah Cinta yang Paling Indah'/><author><name>Khayla</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09770334815077083282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='00644589416080721509'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>